Setelah nyari2 referensi soal bagaimana tata cara mandi junub yang benar, akhirnya ketemu juga… 🙂 skalian aj dah gw buat note and gw share dsini biar tmen2 semua mengetahuinya. Langsung aj dah Cekidot…

Pengertian Mandi Junub :

*) menurut istilah : mandi yang diwajibkan oleh syariat islam atas umat muslim untuk membersihkan diri dari hadast besar.
*) menurut syariat islam : mandi wajib dengan mengalirkan air ke seluruh bagian tubuh.

Mandi junub merupakan salah satu perkara syarat sahnya sholat juga loh…. :), sehingga bila kita tidak mengerjakannya dengan cara yang benar maka mandi junub kita itu tidak dianggap sah sehingga kita masih belum lepas dari hadast besar. Sedangkan mandi junub yang benar itu ialah mandi junub yang dilakukan dengan mengamalkan car-cara mandi junub yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Larangan bagi orang yang mempunyai Hadast Besar:
A. Larangan bagi orang yang sedang Junub:
– Mendirikan Sholat, baik shalat wajib / sunat.
– Mengerjakan Thawaf (Thawaf rukun haji / sunat).
– Menyentuh / membawa Al-quran.
– Berhenti lama (berdiam di masjid) / Itikaf.
B. Larangan bagi orang yang sedang Haid / Nifas:
-Semua larangan point2 diatas.
– Di cerai (ditalak)
– Berpuasa (wajib / sunat)
– Bersetubuh
– Bersenang – senang antara pusar perut dan lutut.
– Menyeberangi mesjid jika khawatir mengotorinya dengan darah.

beberapa sebab mengapa seseorang wajib untuk melakukan mandi junub :

1. Berhubungan seks baik keluar air mani, ataupun tidak. ( didasarkan dari hadist Nabi yang diriwayatkan Bukhairi ).
Dari Abi Hurairah radhiyallahu anhu, dari Nabi Muhammmad sallallahu alaihi waalihi wasallam, bahwa beliau bersabda : “Apabila seorang pria telah duduk diantara empat bagian tubuh perempuan (yakni berhubungan seks) kemudian dia bersungguh-sungguh padanya (yakni memasukkan kemaluannya pada kemaluan perempuan itu), maka sungguh dia telah wajib mandi karenanya”.

2. Keluarnya mani,(baik karena bersetubuh maupun karena mimpi atau sebab lainnya). Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa aalihi wasallam dalam sabda beliau sebagai berikut :
Dari Abi Sa’id Al Khudri dari Nabi sallallahu alaihi wa aalihi wasallam, bahwa beliau bersabda : “Hanyalah air itu (yakni mandi) adalah karena air pula (yakni karena keluar air mani”. HR. Muslim dalam Shahihnya.

3. Berhentinya haid dan nifas.

4. Mati dalam keadaan Muslim, maka yang hidup wajib memandikannya. (Masalah ini akan dibahas insyaallah dalam topik pembahasan “cara memandikan jenazah”).

TATA URUTAN MELAKUKAN MANDI BESAR (JUNUB) :

1. Mandi junub harus diniatkan ikhlas semata karena Allah Ta’ala dalam rangka menta’atiNya dan beribadah kepadaNya semata. nich bacaan doanya 🙂

NAWAITUL GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL AKBARI FARDHAN LILLAAHI TA’AALAA.
Artinya:
“Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadats besar fardhu karena Allah Taala.”

2. Mencuci kedua tangan dengan tanah atau sabun lalu mencucinya sebelum dimasukan ke wajan tempat air
3. Menumpahkan air dari tangan kanan ke tangan kiri
4. Mencuci kemaluan dan dubur dengan tangan kiri.
5. Najis-nsjis dibersihkan, sebelum berwudhu (poin 5), tangan kiri dicuci/dibilas dgn sabun/pasir/tanah. 6. Berwudhu sebagaimana untuk sholat, dan mnurut jumhur disunnahkan untuk mengakhirkan mencuci kedua kaki
7. Memasukan jari-jari tangan yang basah dengan air ke sela-sela rambut, sampai ia yakin bahwa kulit kepalanya telah menjadi basah
8. Menyiram kepala dengan 3 kali siraman
9. Membersihkan seluruh anggota badan
10. Mencuci kaki

tambahan dah nich buat yg cwek tata cara mandi junubnya :

1. Niat pastinya ( bacaan sma dengan Niat diatas)
2. Wanita tersebut mengambil air dan sabunnya, kemudian berwudhu’ dan membaguskan wudhu’nya.
3. Menyiramkan air ke atas kepalanya lalu menggosok-gosokkannya dengan kuat sehingga air dapat sampai pada tempat tumbuhnya rambut. Dalam hal ini tidak wajib baginya untuk menguraikan jalinan rambut kecuali apabila dengan menguraikan jalinan akan dapat membantu sampainya air ke tempat tumbuhnya rambut (kulit kepala).
4. Menyiramkan air ke badannya.
5. Mengambil secarik kain atau kapas(atau semisalnya) lalu diberi minyak wangi kasturi atau semisalnya kemudian mengusap bekas darah (farji) dengannya.

(source : dari beberapa Blog dengan pengembangan kata2 sendiri )

sebenarnya tata cara diatas tidaklah wajib, namun alangkah baiknya kan kita sebagai umat muslim dan umat Nabi Muhammad SAW harus mengikuti apa yg telah menjadi sunatulloh Nabi kita, agar kita semua mendapatkan syafa’at darinya…amiienn.

skarang sudah tidak bngung lagi dah….hahaha..:D